
Elektrifikasi alat berat mulai mendapatkan tempat yang semakin penting di Indonesia. Perkembangan ini terlihat pada Mining Indonesia 2026, ketika PT Altrak 1978 memperkenalkan lini alat berat listrik Alteq78, termasuk BL95EV Backhoe Loader dan EX20EV Mini Excavator.
Kehadiran Alteq78 BL95EV menjadi salah satu sorotan menarik di ajang Mining Indonesia 2026 karena membawa teknologi full electric ke jenis alat berat yang selama ini identik dengan engine diesel. Melalui unit ini, Altrak 1978 memperkenalkan alternatif backhoe loader yang mengandalkan tenaga listrik untuk menjalankan fungsi penggalian dan pemuatan.
BL95EV merupakan backhoe loader dengan dua fungsi utama. Attachment backhoe di bagian belakang digunakan untuk pekerjaan penggalian, seperti membuat parit, drainase, pekerjaan utilitas dan berbagai pekerjaan konstruksi lainnya. Sementara itu, loader bucket di bagian depan dapat digunakan untuk memuat dan memindahkan material.
Menurut Altrak 1978, BL95EV menawarkan kemampuan penggalian dan pemuatan yang setara dengan versi konvensional, tetapi dengan sejumlah keunggulan dari sisi elektrifikasi, termasuk tidak adanya emisi gas buang langsung selama pengoperasian serta potensi biaya perawatan yang lebih rendah.
Kehadiran BL95EV di Mining Indonesia 2026 juga menunjukkan bahwa elektrifikasi alat berat di Indonesia mulai bergerak lebih jauh. Teknologi listrik tidak lagi hanya hadir pada forklift atau unit berukuran kecil, tetapi mulai diterapkan pada alat dengan fungsi yang lebih kompleks seperti backhoe loader.
Diperkenalkan di Mining Indonesia 2026
Mining Indonesia 2026 menjadi momentum penting bagi Altrak 1978 untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi Alteq78 kepada pasar Indonesia. Perusahaan mengusung tema “Green for the Future”, yang mencerminkan fokus terhadap efisiensi energi, pengurangan emisi, dan perkembangan teknologi alat berat yang lebih berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, Alteq78 BL95EV Backhoe Loader dan Alteq78 EX20EV Mini Excavator menjadi dua unit full electric yang diperkenalkan Altrak 1978.
Menurut Siman Fadil, COO Altrak 1978, kedua unit tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan memperkenalkan teknologi elektrifikasi ke pasar Indonesia. Kehadiran BL95EV sekaligus memberikan pilihan baru bagi pelanggan yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil untuk aplikasi tertentu.
Dengan diperkenalkannya BL95EV pada Mining Indonesia 2026, unit ini menarik untuk dilihat bukan hanya dari sisi spesifikasi teknis, tetapi juga dari bagaimana teknologi electric powertrain dapat diterapkan pada pekerjaan yang selama ini banyak menggunakan backhoe loader diesel.
Full Electric, Tanpa Emisi Gas Buang Langsung
Salah satu fitur utama Alteq78 BL95EV adalah penggunaan sistem tenaga full electric. Berbeda dengan backhoe loader konvensional yang menggunakan engine diesel, BL95EV tidak menghasilkan emisi gas buang langsung atau zero tailpipe emission ketika beroperasi.
Karakter tersebut membuat BL95EV berpotensi digunakan pada berbagai aplikasi yang memiliki tuntutan terhadap pengurangan emisi, termasuk proyek konstruksi, pekerjaan utilitas, kawasan industri dan aplikasi tertentu di sektor pertambangan.
Selain emisi, sistem tenaga listrik juga menawarkan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan alat berat dengan engine diesel. Hal ini menjadi nilai tambah terutama ketika unit digunakan pada proyek yang berada dekat dengan kawasan permukiman atau area perkotaan.
Dua Fungsi dalam Satu Unit
Sebagai backhoe loader, BL95EV memiliki keunggulan utama berupa kemampuan menjalankan dua fungsi sekaligus.
Pada bagian belakang terdapat attachment backhoe yang dapat digunakan untuk melakukan penggalian. Sementara bagian depan dilengkapi loader bucket yang dapat digunakan untuk loading, pemindahan material, pembersihan area kerja dan pekerjaan material handling.
Konsep ini membuat satu unit dapat menangani beberapa pekerjaan tanpa harus selalu mendatangkan excavator dan wheel loader secara bersamaan.
Untuk pekerjaan konstruksi dan utilitas dengan volume pekerjaan tertentu, fleksibilitas tersebut dapat menjadi keuntungan karena perusahaan dapat mengurangi kebutuhan mobilisasi beberapa jenis alat.
Namun, seperti halnya backhoe loader konvensional, produktivitas BL95EV tetap sangat bergantung pada kapasitas bucket, cycle time, kondisi material, operator, kondisi medan dan pola kerja.
Potensi Biaya Operasional Lebih Rendah
Altrak 1978 juga menyoroti aspek efisiensi sebagai salah satu nilai yang ditawarkan teknologi elektrifikasi. BL95EV memiliki potensi biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan alat berat konvensional, terutama karena sumber energinya berasal dari listrik dan bukan solar.
Perhitungan sebenarnya tentu harus dilakukan berdasarkan konsumsi energi aktual unit, tarif listrik, harga bahan bakar, jam operasi, utilisasi, serta pola kerja di lapangan.
Karena itu, calon pengguna sebaiknya membandingkan energy cost per hour antara BL95EV dan backhoe loader diesel sebelum menentukan pilihan.
Selain biaya energi, potensi pengurangan biaya maintenance juga menjadi salah satu keuntungan yang menarik. Sistem electric powertrain memiliki lebih sedikit komponen yang berkaitan dengan engine pembakaran internal dibandingkan unit diesel.
Namun, BL95EV tetap membutuhkan preventive maintenance pada sistem hydraulic, drivetrain, attachment, electrical system, battery system dan berbagai komponen lainnya.
Tantangan Charging Infrastructure
Di balik keunggulan electric backhoe loader, terdapat satu aspek yang harus menjadi perhatian utama, yaitu infrastruktur charging.
Jika backhoe loader diesel cukup mengisi bahan bakar untuk kembali bekerja, BL95EV membutuhkan sumber listrik dan sistem charging yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
Karena itu, perusahaan yang mempertimbangkan penggunaan BL95EV perlu menghitung kapasitas listrik di lokasi kerja, kebutuhan daya charger, waktu charging, jam operasi per hari, pola shift, serta strategi charging ketika unit digunakan dalam operasi dengan utilisasi tinggi.
Hal ini menjadi sangat penting karena keuntungan menggunakan alat berat listrik tidak hanya bergantung pada unitnya, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya.
(SG)
Related posts:
Butuh Excavator 21 Ton yang Siap Kerja? Develon DX210-7 Layak Masuk Daftar Pilihan
Straddle Carrier: Alat Angkut Kontainer yang Dirancang untuk Kecepatan dan Efisiensi di Terminal
Harga Beli Bukan Biaya Sebenarnya: Bongkar Owning & Operating Cost Alat Berat
Mengenal EP Equipment, Brand Forklift yang Makin Dilirik Industri
XCMG XE215EV: Excavator Full Electric 23,5 Ton yang Membawa Era Baru Alat Berat ke Mining Indonesia ...
Sakura Filter: Merek Filter Asli Indonesia yang Menembus Pasar Global
