
Ban atau tire merupakan salah satu komponen consumable yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap biaya operasional dump truck tambang. Selain harga pembelian, umur pakai tire sangat menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk setiap jam operasi. Karena itu, perusahaan tambang tidak cukup hanya melihat harga tire, tetapi perlu mengetahui berapa biaya tire yang sebenarnya muncul untuk setiap jam kerja unit.
Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi tersebut adalah Tire Cost per Hour, yaitu biaya penggunaan tire yang dihitung berdasarkan jam operasi dump truck. Dengan indikator ini, perusahaan dapat membandingkan performa beberapa merek atau tipe tire, mengevaluasi kondisi operasi, sekaligus mengetahui dampak umur pakai tire terhadap biaya produksi.
Apa Itu Tire Cost per Hour?
Tire Cost per Hour atau biaya tire per jam adalah biaya yang menunjukkan berapa rupiah yang harus dialokasikan untuk penggunaan tire selama satu jam operasi dump truck.
Secara sederhana, rumusnya adalah:
Tire Cost per Hour = Total Biaya Tire ÷ Tire Life (Hour)
Namun, perhitungan tersebut perlu disesuaikan dengan jumlah tire yang digunakan oleh satu unit dump truck. Jika sebuah dump truck menggunakan 6 tire dan seluruh tire memiliki harga serta umur pakai yang sama, maka total biaya tire dihitung berdasarkan kebutuhan seluruh tire tersebut.
Rumus sederhananya menjadi:
Tire Cost per Hour = (Harga Tire × Jumlah Tire) ÷ Umur Pakai Tire
Sebagai contoh, sebuah dump truck menggunakan 6 tire dengan harga masing-masing Rp30 juta. Jika umur pakai rata-rata tire mencapai 4.000 jam, maka:
Total investasi tire:
Rp30 juta × 6 = Rp180 juta
Tire Cost per Hour:
Rp180 juta ÷ 4.000 jam = Rp45.000 per jam
Artinya, secara teoritis perusahaan mengeluarkan biaya sekitar Rp45.000 per jam untuk penggunaan tire pada unit tersebut.
Contoh Perhitungan yang Lebih Realistis
Dalam kondisi aktual, umur tire biasanya tidak sama persis. Ada tire yang dapat mencapai umur pakai lebih panjang, sementara tire lainnya harus diganti lebih cepat akibat puncture, cut, excessive wear, overheating, atau kerusakan lainnya.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki dump truck dengan konfigurasi 6 tire. Harga tire adalah Rp30 juta per unit dan rata-rata umur pakainya 4.000 jam.
Perhitungannya:
- Harga satu tire: Rp30.000.000
- Jumlah tire: 6 unit
- Total harga tire: Rp180.000.000
- Umur pakai rata-rata: 4.000 jam
Maka:
Tire Cost per Hour = Rp180.000.000 ÷ 4.000
Tire Cost per Hour = Rp45.000/jam
Jika dump truck beroperasi 20 jam per hari, maka biaya tire secara teoritis mencapai:
Rp45.000 × 20 = Rp900.000 per hari
Jika unit bekerja selama 300 hari dalam satu tahun, maka biaya tire tahunan berdasarkan asumsi tersebut sekitar:
Rp900.000 × 300 = Rp270 juta per tahun
Perhitungan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kontribusi tire terhadap operating cost unit.
Jangan Hanya Menggunakan Harga Tire sebagai Acuan
Harga tire yang lebih murah belum tentu menghasilkan Tire Cost per Hour yang lebih rendah. Hal ini karena biaya penggunaan tire sangat dipengaruhi oleh umur pakainya.
Sebagai contoh, perusahaan membandingkan dua produk tire.
Tire A
Harga: Rp25 juta/unit
Jumlah tire: 6 unit
Umur pakai: 3.000 jam
Total biaya tire:
Rp25 juta × 6 = Rp150 juta
Tire Cost per Hour:
Rp150 juta ÷ 3.000 = Rp50.000/jam
Sementara itu:
Tire B
Harga: Rp32 juta/unit
Jumlah tire: 6 unit
Umur pakai: 4.500 jam
Total biaya tire:
Rp32 juta × 6 = Rp192 juta
Tire Cost per Hour:
Rp192 juta ÷ 4.500 = Rp42.667/jam
Dari contoh tersebut terlihat bahwa Tire B memiliki harga pembelian lebih tinggi, tetapi biaya penggunaan per jam justru lebih rendah karena memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Karena itu, evaluasi tire sebaiknya tidak hanya menggunakan indikator harga per unit, tetapi juga menggunakan cost per hour.
Bagaimana Jika Tire Tidak Mencapai Umur Pakai karena Kerusakan?
Perhitungan menjadi lebih kompleks ketika tire harus diganti sebelum mencapai batas umur pakai akibat kerusakan.
Misalnya sebuah tire memiliki harga Rp30 juta dan secara normal ditargetkan mencapai 4.000 jam. Namun, tire mengalami kerusakan pada 2.500 jam sehingga harus diganti.
Jika biaya tersebut langsung dihitung berdasarkan target 4.000 jam, hasilnya akan terlalu optimistis. Dalam evaluasi aktual, umur tire sebaiknya menggunakan jam operasi aktual sampai tire tersebut dilepas dari unit.
Dengan demikian:
Tire Cost per Hour = Harga Tire ÷ Actual Tire Life
Jika harga tire Rp30 juta dan aktual umur pakainya hanya 2.500 jam:
Rp30.000.000 ÷ 2.500 = Rp12.000/jam per tire
Untuk 6 tire:
Rp12.000 × 6 = Rp72.000/jam
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan perhitungan menggunakan umur 4.000 jam.
Tire Cost per Hour Perlu Dikaitkan dengan Kondisi Operasi
Umur tire tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kondisi operasi dump truck memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tire life.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain kondisi jalan tambang, jarak angkut, kecepatan rata-rata, beban angkut, temperatur operasi, tekanan angin, kondisi permukaan jalan, radius belok, frekuensi pengereman, serta pola pengoperasian unit.
Kondisi jalan yang memiliki banyak batu tajam, misalnya, dapat meningkatkan risiko cut atau puncture. Sementara itu, kecepatan tinggi dan temperatur tire yang terlalu tinggi dapat mempercepat degradation pada tire.
Karena itu, perbandingan Tire Cost per Hour sebaiknya dilakukan pada kondisi operasi yang relatif sama agar hasil evaluasinya tidak menyesatkan.
Perhatikan Tire Pressure
Tekanan angin merupakan salah satu parameter penting dalam pengelolaan tire. Tekanan yang tidak sesuai rekomendasi dapat memengaruhi distribusi beban, temperatur, keausan tread, hingga umur pakai tire.
Tekanan terlalu rendah dapat meningkatkan deflection dan temperatur tire, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi dapat membuat area kontak dengan permukaan jalan menjadi kurang optimal dan meningkatkan risiko kerusakan tertentu.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki data pemeriksaan tire pressure secara rutin dan menghubungkannya dengan data umur tire. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui apakah tingginya Tire Cost per Hour disebabkan oleh karakteristik produk atau justru oleh kondisi pengoperasian dan pemeliharaan.
Gunakan Data Aktual dari Tire Removal
Untuk mendapatkan angka Tire Cost per Hour yang lebih akurat, perusahaan sebaiknya tidak hanya menggunakan estimasi umur tire dari spesifikasi atau target vendor. Data aktual dari unit perlu dikumpulkan secara konsisten.
Beberapa data yang sebaiknya dicatat antara lain:
- Nomor unit dump truck
- Posisi tire pada unit
- Brand dan tipe tire
- Ukuran tire
- Harga pembelian
- Tanggal pemasangan
- Hour meter saat pemasangan
- Tanggal pelepasan
- Hour meter saat pelepasan
- Total jam operasi
- Penyebab pelepasan
- Kondisi tread saat dilepas
- Apakah tire mengalami repair atau retread
- Kondisi jalan operasi
- Data tire pressure
Dari data tersebut perusahaan dapat menghitung actual tire life sekaligus mengetahui penyebab tire dilepas dari unit.
Menghitung Tire Cost per Hour Berdasarkan Fleet
Perhitungan juga dapat dilakukan pada tingkat fleet. Misalnya perusahaan memiliki 20 dump truck dan selama periode tertentu telah menggunakan 120 tire.
Total pembelian tire selama periode tersebut adalah Rp3,6 miliar. Jika total operating hour seluruh unit mencapai 80.000 jam, maka pendekatan fleet-level Tire Cost per Hour dapat dihitung:
Tire Cost per Hour = Rp3.600.000.000 ÷ 80.000 jam
Hasilnya:
Rp45.000 per operating hour
Angka ini dapat digunakan sebagai salah satu KPI biaya untuk mengevaluasi performa fleet.
Namun, perusahaan perlu berhati-hati ketika membandingkan fleet yang memiliki ukuran dump truck, ukuran tire, kondisi jalan, dan pola operasi berbeda. Perbandingan akan lebih bermakna jika dilakukan pada kelompok unit dengan karakteristik operasi yang serupa.
Tire Cost per Hour Bisa Dikembangkan Menjadi Cost per BCM
Bagi perusahaan tambang, Tire Cost per Hour sebenarnya belum menggambarkan seluruh dampak biaya terhadap produksi. Agar lebih relevan dengan produktivitas, biaya tersebut dapat dikonversikan menjadi biaya per BCM atau per ton material.
Misalnya Tire Cost per Hour sebuah dump truck adalah Rp45.000/jam dan unit tersebut menghasilkan rata-rata 120 bcm per jam.
Maka:
Tire Cost per BCM = Rp45.000 ÷ 120 bcm
Hasilnya sekitar:
Rp375/bcm
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memasukkan biaya tire ke dalam perhitungan Owning & Operating Cost, kemudian menghubungkannya dengan produktivitas alat.
Kesimpulan
Tire Cost per Hour merupakan salah satu indikator penting untuk mengevaluasi biaya operasi dump truck tambang. Perhitungan dasarnya relatif sederhana, yaitu membagi total biaya tire dengan umur pakai tire dalam jam. Namun, untuk mendapatkan hasil yang benar-benar berguna bagi pengambilan keputusan, perusahaan perlu menggunakan data aktual dari setiap tire, termasuk jam pemasangan, jam pelepasan, penyebab kerusakan, kondisi jalan, tire pressure, dan pola operasi.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa tire dengan harga pembelian lebih mahal tidak otomatis menghasilkan biaya operasi yang lebih tinggi. Umur pakai, reliability, kondisi operasi, dan kemampuan tire mempertahankan performanya akan menentukan biaya aktual per jam.
Dengan memonitor Tire Cost per Hour, perusahaan dapat membandingkan performa tire secara lebih objektif, mengevaluasi strategi pemilihan tire, mengidentifikasi penyebab tingginya biaya, dan pada akhirnya memasukkan biaya tire secara lebih akurat ke dalam perhitungan Owning & Operating Cost (O&O Cost) dump truck tambang.
Rumus Singkat
Tire Cost per Hour = (Harga Tire × Jumlah Tire) ÷ Actual Tire Life
Sedangkan untuk menghubungkannya dengan produksi:
Tire Cost per BCM = Tire Cost per Hour ÷ Produktivitas Dump Truck (BCM/jam)
Dua indikator tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi biaya fleet, terutama ketika perusahaan sedang membandingkan beberapa pilihan tire untuk kondisi operasi tambang yang sama.
(SG)
Related posts:
Mengenal Common Rail Injection pada Alat Berat dan Pengaruhnya terhadap Konsumsi Fuel
Teknologi Idle Shutdown pada Alat Berat untuk Mengurangi Pemborosan Solar
Prosedur Memarkir Alat Berat EV: Jangan Sembarangan Mematikan dan Meninggalkannya
Produktivitas Motor Grader: Cara Menghitung dan Contoh Perhitungan di Lapangan
Elektrifikasi Alat Berat dan Model Bisnis Baru di Industri Rental
Menghitung Total Cost of Ownership Alat Berat Listrik vs Diesel
