
Peralihan dari mesin diesel menuju tenaga listrik kini tidak hanya terjadi pada kendaraan penumpang, tetapi juga mulai semakin nyata di sektor alat berat. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah XCMG XC968-EV, wheel loader listrik yang dirancang untuk pekerjaan dengan tuntutan produktivitas tinggi sekaligus menawarkan pengurangan emisi dan biaya operasional.
XC968-EV merupakan bagian dari lini electric machinery XCMG dan membawa konsep berbeda dibanding wheel loader konvensional. Tidak ada mesin diesel sebagai sumber tenaga utama, karena sistem penggeraknya menggunakan motor listrik dan baterai LiFePO4. Di pasar Indonesia, XCMG mencantumkan kapasitas bucket 3,2 m³, rated load 6 ton, serta baterai berkapasitas 282 kWh.
Motor Listrik Ganda untuk Sistem Travel
Salah satu karakter utama XC968-EV adalah penggunaan dua travel motor dengan daya masing-masing 100 kW atau total 200 kW berdasarkan spesifikasi XCMG Indonesia. Sistem tersebut dipadukan dengan hydraulic motor berdaya 70 kW.
Yang menarik, XCMG menggunakan konsep transmisi motor ganda tipe seri tanpa gearbox. Konfigurasi ini memungkinkan penyaluran tenaga secara langsung melalui motor listrik sehingga respons torsi dapat berlangsung cepat.
Tidak adanya gearbox juga berpotensi menyederhanakan sistem drivetrain dibanding wheel loader diesel dengan transmisi konvensional. Bagi pengguna alat berat, keuntungan tersebut bukan hanya berkaitan dengan respons kerja, tetapi juga dapat berdampak terhadap kebutuhan perawatan komponen drivetrain.
Pada pengembangan XC968-EV, XCMG juga menekankan penggunaan sistem kontrol yang dikembangkan secara independen untuk mengatur karakteristik tenaga dan respons alat.
Baterai LiFePO4 282 kWh
Untuk menyimpan energi, XC968-EV menggunakan baterai LiFePO4 dengan kapasitas total 282 kWh dan level tegangan 618 V berdasarkan spesifikasi XCMG Indonesia.
Kapasitas tersebut cukup besar untuk ukuran sebuah wheel loader, karena alat ini memang dirancang untuk bekerja dalam siklus loading yang membutuhkan akselerasi, travel, pengerukan material dan pengoperasian hydraulic system secara berulang.
XCMG Indonesia mencantumkan estimasi daya tahan sekitar 6–10 jam pada kondisi umum, sedangkan untuk kondisi heavy-duty berada di kisaran 5–6 jam. Angka tersebut tentu tidak bisa diperlakukan sebagai angka mutlak karena konsumsi energi sangat dipengaruhi jenis material, cycle time, jarak travel, kondisi jalan, temperatur, pola kerja operator dan penggunaan attachment.
Artinya, saat mengevaluasi XC968-EV untuk sebuah proyek, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat kapasitas baterai, tetapi menghitung kebutuhan energi berdasarkan siklus kerja aktual.
Mendukung Pengisian Cepat Dua Port
Salah satu fitur yang penting bagi alat berat listrik adalah sistem charging. Downtime akibat pengisian baterai dapat mengurangi produktivitas apabila tidak direncanakan dengan baik.
XC968-EV dirancang dengan dual-port DC fast charging. XCMG menjelaskan bahwa kedua port dapat digunakan secara bersamaan untuk pengisian cepat, sementara masing-masing port juga dapat digunakan secara individual. Untuk konfigurasi yang tercantum pada informasi produk XCMG, charger yang direkomendasikan berada pada kisaran 240–360 kW.
XCMG juga menyebut rata-rata pengisian sekitar satu jam dapat mendukung operasi selama sekitar 6–8 jam, meskipun durasi aktual tetap bergantung pada konfigurasi produk dan kondisi kerja.
Bagi perusahaan yang menggunakan wheel loader secara intensif, fitur ini menjadi sangat penting karena pola charging harus disesuaikan dengan pergantian shift dan waktu istirahat alat.
Kapasitas Angkat 6 Ton dengan Bucket 3,2 m³
Dari sisi kemampuan angkat, XC968-EV memiliki rated load 6.000 kg dan menggunakan bucket dengan kapasitas 3,2 m³ pada spesifikasi XCMG Indonesia. Operating weight-nya tercatat 19.050 ±300 kg.
Dengan konfigurasi tersebut, XC968-EV berada pada kelas wheel loader berkapasitas besar yang cocok untuk pekerjaan material handling dengan volume tinggi.
XCMG juga mencantumkan tipping load dengan full steering ≥12.000 kg, dumping height 3.070 mm dan dumping range 1.240 mm. Wheelbase-nya mencapai 3.350 mm.
Kombinasi kapasitas bucket dan rated load tersebut membuat XC968-EV menarik untuk aplikasi seperti stockpile, material handling, fasilitas industri, pekerjaan konstruksi dan area lain yang memiliki kebutuhan loading berulang.
Kecepatan Travel hingga 36 km/jam
Untuk mendukung mobilitas di area kerja, XC968-EV memiliki dua tingkat kecepatan maju dan mundur. XCMG Indonesia mencatat kecepatan 18 km/jam pada gear I dan 36 km/jam pada gear II, baik untuk maju maupun mundur.
Kecepatan tersebut menjadi penting ketika jarak antara loading point dan dumping point cukup jauh. Pada pekerjaan dengan jarak travel pendek, keuntungan terbesar tentu bukan kecepatan maksimum, melainkan respons motor listrik dan kemampuan alat melakukan akselerasi berulang secara efisien.
Sistem Hydraulic Tetap Mendapat Perhatian
Elektrifikasi tidak hanya menyangkut sistem travel. Hydraulic system tetap menjadi bagian penting karena seluruh aktivitas mengangkat boom, menggerakkan bucket dan melakukan loading bergantung pada hydraulic system.
Pada XC968-EV versi yang dipasarkan XCMG Indonesia, hydraulic motor memiliki rated power 70 kW. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa sistem hydraulic memperoleh sumber tenaga dari motor listrik, bukan dari engine diesel seperti pada wheel loader konvensional.
Konsep tersebut memberikan peluang untuk mengatur penggunaan energi secara lebih presisi karena sistem elektrik dapat mengontrol tenaga sesuai kebutuhan operasi.
Tidak Ada Emisi Gas Buang Saat Beroperasi
Salah satu keunggulan paling jelas dari XC968-EV adalah karakter zero tailpipe emission karena tidak menggunakan engine diesel sebagai sumber tenaga.
Hal ini menjadi menarik untuk pekerjaan di area yang memiliki tuntutan lingkungan lebih ketat atau lokasi yang membutuhkan pengurangan paparan gas buang. XCMG sendiri menyebut XC968-EV sebagai pure electric loader dan menempatkannya untuk berbagai aplikasi seperti konstruksi, pertambangan, pelabuhan dan pekerjaan jalan.
Selain persoalan emisi, penggunaan tenaga listrik juga dapat memberikan lingkungan kerja yang lebih nyaman karena tidak ada suara dan getaran khas engine diesel pada saat idle.
Perawatan Berpotensi Lebih Sederhana
Keuntungan lain yang patut diperhatikan adalah potensi penyederhanaan maintenance.
Pada wheel loader diesel, maintenance rutin biasanya mencakup engine oil, oil filter, fuel filter, sistem intake dan exhaust, cooling system serta berbagai komponen engine lainnya. XC968-EV menghilangkan kebutuhan terhadap sejumlah komponen tersebut karena sumber tenaganya berasal dari motor listrik dan baterai.
Namun, bukan berarti alat listrik bebas maintenance. Pemeriksaan baterai, sistem thermal management, motor listrik, hydraulic system, sistem kelistrikan tegangan tinggi, konektor dan sistem charging tetap harus dilakukan sesuai prosedur.
Dengan demikian, perubahan dari diesel ke electric lebih tepat dipandang sebagai perubahan jenis maintenance, bukan menghilangkan maintenance sepenuhnya.
Fitur Safety dan Thermal Management
Pada platform XC968-EV, XCMG juga menempatkan sistem thermal management dan proteksi keselamatan sebagai bagian penting dari desain alat. Informasi resmi XCMG menyebut adanya intelligent thermal management system, energy recovery serta three-level fault safety protection pada pengembangan XC968-EV.
Bagi alat berat listrik, thermal management memiliki peran penting karena temperatur baterai dan komponen kelistrikan dapat memengaruhi performa, umur komponen dan keselamatan operasi.
Sementara itu, sistem fault protection membantu memantau kondisi sistem kelistrikan dan memberikan perlindungan apabila terjadi kondisi abnormal.
Spesifikasi XCMG XC968-EV
Berikut spesifikasi yang tercantum pada laman resmi XCMG Indonesia:
| Spesifikasi | XC968-EV |
|---|---|
| Rated load | 6.000 kg |
| Kapasitas bucket | 3,2 m³ |
| Operating weight | 19.050 ±300 kg |
| Travel motor | 100 kW × 2 |
| Hydraulic motor | 70 kW |
| Kapasitas baterai | 282 kWh |
| Tegangan baterai | 618 V |
| Daya tahan kondisi umum | 6–10 jam |
| Daya tahan heavy-duty | 5–6 jam |
| Tipping load, full steering | ≥12.000 kg |
| Dumping height | 3.070 mm |
| Dumping range | 1.240 mm |
| Wheelbase | 3.350 mm |
| Dimensi P × L × T | 8.410 × 2.996 × 3.455 mm |
| Kecepatan maju I/II | 18/36 km/jam |
| Kecepatan mundur I/II | 18/36 km/jam |
Catatan soal spesifikasi
Ada perbedaan spesifikasi XC968-EV yang dipublikasikan XCMG berdasarkan pasar dan versi produk. Misalnya, laman global XCMG mencantumkan bucket 3,5 m³, travel motor 2×120 kW, hydraulic motor 80 kW dan dimensi 9.130 × 2.996 × 3.565 mm.
Sementara brosur XCMG lainnya mencantumkan konfigurasi 3,2 m³, motor 270 kW, operating mass 18.970 kg, dumping height 3.420 mm dan dumping range 1.180 mm.
Karena itu, untuk kebutuhan pembelian atau perhitungan produktivitas, spesifikasi unit yang ditawarkan dealer di Indonesia sebaiknya menjadi acuan utama, termasuk kapasitas bucket, konfigurasi motor, baterai, attachment dan charging system.
Kesimpulan: Menarik untuk Operasi dengan Jam Kerja Intensif
XCMG XC968-EV menunjukkan bahwa elektrifikasi pada wheel loader sudah bergerak jauh melampaui sekadar mengganti engine diesel dengan baterai. Sistem dual travel motor, hydraulic motor elektrik, baterai LiFePO4 282 kWh, dual-port fast charging dan sistem kontrol elektronik membuat alat ini dirancang sejak awal sebagai sebuah electric wheel loader, bukan sekadar versi elektrifikasi dari alat konvensional.
Dengan rated load 6 ton dan bucket 3,2 m³, XC968-EV memiliki kapasitas yang cukup untuk pekerjaan material handling dengan volume besar. Keunggulan lainnya terletak pada tidak adanya emisi gas buang saat operasi, potensi pengurangan maintenance drivetrain, respons motor listrik serta kemampuan melakukan fast charging.
Namun, sebelum mengganti wheel loader diesel dengan XC968-EV, perusahaan perlu menghitung total cost of ownership, termasuk harga listrik, kapasitas dan tarif charging, pola pergantian shift, kebutuhan charger, produktivitas aktual, umur baterai, residual value dan biaya maintenance. Untuk operasi yang tepat, kombinasi antara konsumsi energi yang lebih rendah dan minimnya downtime maintenance berpotensi membuat wheel loader listrik menjadi alternatif yang semakin menarik.
(PS)
Related posts:
EP EFL302: Electric Counterbalance Forklift 3.0T untuk Operasional Material Handling
Mobilgrease XHP 462 Moly: Grease Heavy Duty untuk Perlindungan Komponen Alat Berat
Deretan Fitur Volvo ECR255 New Generation: Excavator Short Swing 25 Ton yang Makin Cerdas, Bertenaga...
Donaldson P550774 Fuel Filter: Bagaimana Fuel Filter Aftermarket Bekerja Melindungi Injector?
Biodiesel Water Separator Soliner vs Racor: Membandingkan Teknologi Filtrasi untuk Bahan Bakar Biodi...
Bukan Sekadar Mini, Excavator 4 Ton XCMG XE35U Punya Fitur yang Bikin Kerja di Ruang Sempit Makin Le...
